Ilmu mengembara dalam konversi sulit di tempat kerja! Berikut adalah 5 tips hidup untuk membantu Anda menjadi ahli dalam keterampilan tersebut:
1. Siapkan diri, tetapi jangan menulis skenario
Sebelum terjun ke konversi sulit, mengumpulkan pikiran dan menyusun argumen Anda. Namun, hindari menulis kata-kata atau frase tertentu secara lengkap. Tinggalkan ruang untuk improvisasi dan fleksibilitas. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk memberikan respons yang efektif terhadap reaksi-reaksi yang tidak terduga dari orang lain.
Tip: Tuliskan poin-poin penting, pertanyaan, dan kekhawatiran potensial di catatan atau aplikasi notes. Ulangi mereka sebelum konversi untuk memperbarui ingatan Anda.
2. Gunakan kalimat “saya” daripada “anda”
Ketika menyatakan perhatian atau kebutuhan, gunakan kalimat “saya” untuk fokus pada perasaan dan pengalaman Anda sendiri daripada menyerang atau menghakimi orang lain dengan kalimat “anda”. Hal ini membantu menghindari defensif dan mempromosikan dialog yang lebih konstruktif.
Tip: Praktikkan menggunakan kalimat “saya” dalam konversi-konversi yang tidak berisiko sebelum terjun ke konversi sulit. Misalnya: “Saya merasa frustrasi ketika…,” daripada “Anda tidak melakukan hal ini dengan benar.”
3. Mendengarkan secara aktif menggunakan aturan 7-38-55
Ketika menghadapi konversi sulit, ingat bahwa orang-orang umumnya lebih tertarik mendengarkan (sekitar 70%!). Gunakan wawasan ini ke manfaat Anda:
– Mendengarkan selama 7 detik sebelum memberikan respons
– Mengakui perspektif atau kekhawatiran orang lain (38%)
– Menyintesis dan ringkasan apa yang telah didengar (55%)
Hal ini membantu membangun kepercayaan, menunjukkan empati, dan mengklarifikasi isu utama.
Tip: Praktikkan mendengarkan aktif dengan mengulangi kembali apa yang telah dipahami dari kata-kata orang lain. Tanyakan pertanyaan untuk memastikan Anda paham perspektif mereka secara akurat.
4. Fokus pada perilaku, bukan kepribadian
Ketika menangani isu-isu perilaku atau kinerja, pisahkan individu dari masalah. Hindari membuat serangan pribadi atau penilaian, dan fokuslah pada tindakan atau perilaku yang perlu diperbaiki.
Tip: Gunakan bahasa deskriptif seperti “Saya telah memperhatikan…” atau “…dalam situasi ini…”, untuk menekankan dampak dari perilaku mereka daripada menyerang karakter mereka.
5. Tahu kapan harus naikkan (dan bagaimana)
Tidak semua konversi sulit bisa diselesaikan melalui komunikasi langsung. Jika Anda telah mencoba mengalamatkan suatu isu secara langsung dan tidak melihat perubahan, mungkin perlu meminta bantuan supervisor atau wakil HR.
Tip: Buatlah prosedur eskalasi yang jelas dengan manajer Anda sebelum terjun ke konversi sulit. Tahu kapan harus mencari bantuan dan bagaimana mengomunikasikan situasi kepada orang lain secara efektif.